Ringkasan

Latar Belakang

Begitu banyak perubahan yang telah terjadi di beberapa tempat yang berbeda di belahan dunia ini dalam dua dekade terakhir.  Peristiwa perubahan yang terjadi baik secara nasional maupun regional tersebut tidak hanya mengindikasikan tanda-tanda perubahan saja, tetapi lebih daripada itu, banyak yang meyakini bahwa perubahan tersebut juga dapat berpengaruh terhadap hubungan antar bangsa-bangsa dan juga terhadap munculnya krisis di antara bangsa-bangsa dalam berbagai tingkatan.

Banyak pihak yang mempertanyakan apakah sebenarnya yang menjadi akar persoalan, yang menyebabkan terjadinya krisis baik yang baru muncul maupun yang sedang terjadi. Di beberapa tempat di kawasan Afrika Tengah, di Teluk dan Timur Tengah, di Asia Tengah, Asia Tenggara dan Timur, di Pasifik Selatan, di Inggris dan Eropa, banyak pihak mencoba untuk menemukan dan bertukar informasi dengan tujuan untuk memahami hakekat persoalan secara akurat.

Ketika bangsa-bangsa dan pemerintah negara masing-masing secara bersama-sama mencari relasi internasional yang lebih harmonis, adalah tindakan yang wajar ketika mereka juga mencoba mencari dan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai satu sama lain. Hal tersebut adalah upaya mereka untuk mendapat  dan menjaga informasi terbaik terhadap apa yang sebenarnya terjadi  dan mengapa; apa sesungguhnya kebijakan pemerintah dari sebuah negara demikian juga dengan pandangan dari pemuka masyarakatnya; pandangan dan posisi  negara lain dalam satu kawasan dan kecenderungan prediksi  yang mungkin terjadi lainnya. Hal yang sama dilakukan ketika perubahan terjadi pada USA. Banyak pihak yang curiga pada arah kebijakan pemerintahan yang baru terpilih, dan bagaimana arah tersebut akan berdampak pada hubungan internasional.

Di samping beberapa poin di atas, terdapat beberapa isu yang sekarang melingkupi isu internasional selama beberapa dekade yang terkenal dengan sebutan ‘denominasi  umum atau klasik’ seperti perubahan iklim dan Hak asasi manusia (HAM). Isu-isu tersebut telah begitu lama diakui  dan memberikan pengalaman sebagai sumber friksi antara dan di antara para bangsa. Meskipun dengan keberadaan perjanjian yang baru, pelaksanaannya seringkali terganggu oleh pendekatan yang berbeda, yang merupakan hasil dari kepentingan nasional yang berbeda pula.

Contoh gambar di atas membawa kita pada sebuah pandangan mengenai betapa sungguh pentingnya dan teramat sangat besarlah kebutuhan kita tidak hanya untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan saling menguntungkan terhadap banyaknya gagasan, cita-cita dan sikap dengan alasan-alasan yang melatari dalam relasi internasional sekarang, dan lebih dari pada semua itu, bagaimana berhubungan dengan mereka di dalam dunia yang berubah.

Sebagai sebuah lembaga studi geopolitik, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI) bermaksud menjadi tuan rumah diskusi internasional dan pertukaran pandangan antara  ahli-ahli terkemuka tentang isu-isu di atas dalam Forum Geopolitik 2017.

Persiapan telah dimulai sejak awal 2016, forum ini diharapkan memberikan kesempatan bagi para praktisi geopolitik, para professional dan kaum akademisi, untuk membagikan gagasan dan pertukaran pandangan terhadap persoalan strategis.

Tujuan dan Ruang Lingkup Forum

Tujuan Forum Geopolitik 2017 adalah sebagai wadah bagi para ahli geopolitik, profesional dan akademisi (dan politikus) untuk mengkomunikasikan pandangan dan pengalaman mereka mengenai geopolitik dalam dunia yang berubah yang akan memberikan pengaruh pada ketahanan nasional dan regional pada masing-masing negara di dunia.

Lingkup Forum Jakarta geopolitik 2017 dirancang dan dibatasi untuk mendiskusikan aspek-aspek dalam geopolitik yang akan berpengaruh pada keamanan global, ekonomi politik, terorisme, radikalisme dan migrasi suatu negara dan kawasan.

Isu Strategis

Isu-isu Srategis:

  1. Perdamaian dan Keamanan Global
  2. Pembangunan dalam Ekonomi Global
  3. Isu-isu Sosial dan Kemanusiaan 

(Keamanan manusia, Terorisme, Radikalisme dan Migrasi)

 

 

Waktu dan Tempat

18 – 20 Mei 2017

Istana Negara dan Hotel Borobudur Jakarta


Didukung oleh